
DESKRIPSI
Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD) bersama Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyelenggarakan Perayaan 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia dengan tema “Manifesto Pemikiran tentang Indonesia Kini dan Esok”, yang dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki pada 13 Agustus 2026.
Para guru besar, khususnya dari bidang kedokteran Universitas Indonesia, bersama ratusan intelektual publik dari berbagai disiplin ilmu, universitas, dan lembaga yang bergabung dalam FIAD, merasa terpanggil untuk menanggapi persoalan dan tantangan masa depan bangsa Indonesia. Ketika para ilmuwan berkumpul, yang dijalankan bukanlah politik praktis, melainkan gerakan moral dan mandat hakiki insan universitas sebagai lembaga otonom yang berakar dan berpijak di tengah masyarakat, sebagaimana diamanatkan Magna Charta Universitatum 1988.
FIAD telah merampungkan serangkaian kajian ilmiah lintas disiplin yang disebut Pendirian Intelektual. Kajian ini berfokus pada isu-isu strategis yang paling mendesak dan dibutuhkan bangsa saat ini. Setiap naskah Pendirian Intelektual memuat visi dan cita-cita ideal, identifikasi dan analisis data serta permasalahan, dan rekomendasi yang bersifat visioner. Keseluruhan Pendirian tersebut kemudian disintesis menjadi sebuah Manifesto sebagai pernyataan sikap kolektif para intelektual terhadap kondisi kebangsaan hari ini.
Terdapat 17 areas of concern yang dikaji FIAD, meliputi krisis ekonomi, ekonomi untuk pembangunan manusia, sosial politik, hukum dan keadilan, sistem kepemiluan dan kepartaian, anti korupsi, toleransi beragama dan kohesi sosial, kebudayaan sebagai arena perlawanan sipil, promosi hak perempuan dan isu gender, kesehatan, pendidikan tinggi, pendidikan kedokteran, pangan, pertanian, keadilan iklim, energi, dan kekayaan alam.
Di negara kesejahteraan atau negara dengan sistem politik, ekonomi, dan perpajakan yang well established, kebijakan publik dibangun berlandaskan riset dan rekomendasi ilmiah (evidence based) serta bersifat partisipatif dan akuntabel. Dalam perspektif negara hukum (Rule of Law), prinsip tersebut diperlukan agar instrumen hukum dan kebijakan benar-benar bermaslahat bagi kepentingan warga masyarakat luas.
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya intelektual yang tersebar di perguruan tinggi dan masyarakat. Para ilmuwan dan intelektual publik memiliki tanggung jawab untuk turut terlibat dalam pengambilan kebijakan, utamanya melalui penyediaan bukti-bukti ilmiah bagi kebijakan berbasis bukti. Dalam konteks tersebut, universitas memiliki tanggung jawab untuk ikut mengatasi berbagai persoalan masyarakat dengan berkolaborasi bersama intelektual publik, pemerintah, pasar, masyarakat luas, dan berbagai stakeholder lainnya. FIAD membangun dan menyusun kajian ilmiah atas kondisi bangsa saat ini dalam bentuk Pendirian Intelektual dan Manifesto Pemikiran untuk Indonesia hari ini dan masa depan.
Tujuan kegiatan ini adalah:
- Menyediakan bahan yang terbuka bagi publik untuk memahami permasalahan dalam desain dan implementasi kebijakan yang ada saat ini, serta pemikiran mengenai desain pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan kajian ilmiah dan pendekatan pemikiran baru.
- Melalui Manifesto Pemikiran Intelektual, menyampaikan sikap para intelektual yang tercermin melalui gagasan baru hasil kajian terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, termasuk usulan rekomendasi jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai solusinya.
- Menghidupkan panggung seni dan kebudayaan sebagai medium untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan harapan bagi perubahan sosial. Seni menjadi bahasa alternatif rakyat ketika ingin menyampaikan suara kepada kekuasaan, sementara musik menjadi ruang imajinasi kolektif tentang Indonesia masa depan.
AGENDA
| Waktu | Acara | Tokoh |
| 10.00–10.10 | Pembukaan | Rektor Universitas Indonesia* (tbc) |
| 10.10–10.30 | Launching kumpulan naskah Pendirian Intelektual FIAD |
Dibacakan bersama oleh Guru Besar dan anggota FIAD |
| 10.30–11.00 | Pembacaan Manifesto | |
| 11.00–12.00 | Tanya jawab dan diskusi | Kurie Suditomo |
| 12.00–13.00 | Istirahat | |
| 13.00–16.00 | Panggung Seni dan Kebudayaan |
Musisi dari Aliansi Seni Melawan Represi dan Deforestasi: – Down for Life – The Brandals – Fajar Merah* – Yacko – Tuantigabelas – Gugun Blues Shelter – Donker* – The Jansen* – Usman dan The Blackstones *tbc |